☆:*´CARA MENANAM POHON JATI`*:☆

* Tanaman jati biasanya tumbuh di daerah berkapur di Pulau Jawa ini, terutama di daerah pantura.

* Untuk menanam jati diperlukan jarak tanam antara 2 sampai 3 meter.
Dalam 1 ha bisa ditanam sebanyak 900 - 1.100 pohon.

* Jati adalah tanaman yang tahan bantingan, dengan kondisi tanah yang keringpun mereka mampu bertahan, tanaman ini tidak memerlukan penanganan khusus.

* Perhatian pada pertumbuhannya hanya dibutuhkan pada 2 - 3 tahun pertama, dengan memberinya pupuk setiap 4 atau 6 bulan sekali. Bila dirasa pohon telah kokoh tanaman ini dapat dibiarkan tumbuh sendiri.

* Sejak ditanam sampai tahun ketiga selain pemberian pupuk pemotongan dahan-dahan yang tidak diperlukanpun sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil batang tanaman jati yang lurus dan tidak banyak bercabang. Dengan pisau yang tajam batang yang tidak diperlukan dipotong dan bekas luka potongannya diberi ter / aspal cair atau cairan anti termite (bisa dibeli ditoko bangunan), Maksudnya agar bekas potongan tersebut tidak dimasuki hama penggerek yang bisa membuat pohon keropos didalamnya. Apapun bentuk luka yang ada disarankan ditutup oleh cairan tersebut.

* Penjarangan pohon.
Dilakukan setalah jati berusia 5 dan 7 tahun. Artinya pada usia tersebut sebagian jati ditebang kira-kira sejumlah 20% (di tahun kelima) dan 10 % (ditahun ke tujuh), dengan maksud agar jarak pohon bisa semakin lebar dan pohon bisa mendapat mendapatkan sinar matahari dengan baik.

* Berilah no urut pada jati-jati yang ditanam tersebut agar bisa dengan mudah kita mengontrol jumlah tanaman kita, saat kita inspeksi.

* yang penting diperhatikan pada perkebunan jati adalah penjagaannya.
Dengan melibatkan penduduk setempat untuk menjaga dan merawat tanaman jati, kita dapat mensejahterakan mereka. Dengan itu mereka bisa mendapat hasil dari tanaman tumpang sari pada lahan tanaman jati tersebut.
Berikan insentive kepada mereka, berupa pensiun sebesar 1% dari hasil panen bila pohon2 yang ditanam terjaga dengan baik.

* Bekerjasama dengan pemerintahan daerah setempat untuk penjagaan bersama terhadap tanaman jati kita, yaitu dengan membagi juga 1% dari hasil panen kepada kelurahan setempat.
Jangan lupa pada saat memanen hasil, minta Faktur (istilah pedagang kayu "SAKO") dari Pemerintah setempat sebagai surat jalan untuk mengangkut hasil panen kayu jati menuju tempat pengiriman, agar dijalan tidak kena razia..

* Kapan kita bisa menebang kayu jati ?
setelah 7 tahun kita bisa menebang kayu jati sesuai kebutuhan. Pada umumnya dipasaran kayu jati bisa mempunyai nilai ekomonis yang bagus dengan diameter minimum 30cm (kira-kira 12 - 15 tahun) tergantung mutu pemeliharaan.
Sebagai contoh pada pilot project kami pada usia 5th minimum diameter jati kami sebesar 15 cm, bahkan banyak yang mencapai diameter 20cm dan tinggi 15 m.

* Dipasaran saat ini harga kayu jati yang diatas diameter 30 cm, berkisar antara 12 juta sampai 18 juta per m3. Bahkan diameter lebih besar dari 60 cm harga bisa mencapai 40juta per m3.
Sedangkan diameter 20 cm sampai 25 cm per m3 antara 6 juta sampai 10 juta-an.

* Perhitungan panen :
Dengan asumsi terjelek saat kita memanen, bila kita tebang pohon kita pada saat diameter 30 cm dengan ketinggian pohon 20m (usia 15th), dan bila dihitung dengan harga terendah 12juta (harga saat ini), hasil yang kita dapatkan untuk 1 pohon adalah sbb :

== > luas lingkaran x tinggi pohon x harga
0,06 x 20m x Rp. 12.000.000/m3 = Rp. 24.400.000,- per pohon.

Bila harga 15th mendatang lebih besar (pasti, karena dari data statistik minimum kenaikan harga kayu jati setiap tahunnya adalah 10%) maka kita akan mendapatkan hasil yang jauh lebih besar.

* Modal yang diperlukan :
- Tanah, di daerah jawa barat masih bisa didapatkan dengan harga 5.000 / m2 pada lahan tidur.
- Bibit tanaman jati, antara Rp. 5.000 s/d Rp. 10.000 / batang (tergantung jenisnya).
- Penanaman dan pembersihan lahan Rp. 1.000 per pohon.
- Pemupukan Rp. 1000 sekali pupuk per pohon.
- Penjaga Rp. 500.000 / bulan ( satu orang penjaga bisa menghandle 2 ha lahan ).


Jangan pernah malas menunggu waktu tanam yang begitu lama. Anggap saja itu sebagai pensiun atau warisan untuk anak-anak kita.
Dengan perhitungan yang telah kami buat, pada saat penjarangan ditahun ke 5 s/d ke 7, saat 30% jumlah pohon kita tebang, kayu yang kita jual sudah bisa mengembalikan modal yang telah kita keluarkan.
Selain kita mendapatkan tanah yang mempunyai harga jual yang terus meningkat, kita juga akan mendapatkan hasil panen yang cukup mencengangkan ;

70 % pohon yang dipanen pada tahun ke 15 ;

700 pohon x Rp. 14.400.000 = Rp. 10.080.000.000,- / Ha. Sangat luar biasa.

Sementara kita mengeluarkan modal tidak lebih dari 100 juta setiap hektarnya.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Bapak yth ,
Tertarik dgn Blog bapak, saya ingin meminta pendapat bapak , mengingat saya baru saja membeli sebidang kebun jati 1 ha di daerah Bali dgn 1200 pohon usia 7 tahun diatasnya , saya merencanakan utk melakukan penjarangan pada bulan ini , jadi saya ingin memohon anjuran bapak untuk evaluasi kebon saya ini walaupun hanya melalui foto , ttg tampak penilaian jumlah dan harga pohon yg ditebang , dan bgmn kasan sekilas bapak mengenai kesuburan nya .
Apakah boleh saya mengirimkan via email bbrp foto kebun dgn foto nya kepada bapak?
Mohon jawaban bapak , dan atas perhatian nya saya ucapkan terimakasih

ny.D Handoko
email dhandoko@cbn.net.id

Anonim mengatakan...

luar biasa, terimakasih infonya

Poskan Komentar